Logo
Blog B  T  P btp  basuki

B T P

Blog

B  T  P

B T P

BPT (Basuki Tjahaja Purnama) keluar dari penjara hari ini, 24 Jan 2019, setelah mendekam di penjara selama 1 tahun 8 bulan.

Penjara, apapun bentuknya, memiliki efek terhadap yang dipenjarakan. Baik itu penjara fisik berupa sel sempit atau penjara mental berupa perasaan tertentu yang melumpuhkan seseorang. Sebagian orang keluar dari penjara sebagai orang hancur; sebagian lagi menjadi orang keras; sebagian lagi menjadi orang yang penuh kepahitan.
Apa efek penjara kepada seorang Basuki Tjahaja Purnama?

Jawabannya ada di surat-surat yang dia tulis dari dalam penjara, terutama surat yang terakhir.

Hal yang utama: tidak ada kepahitan dalam diri BTP. Banyak orang yang terpenjara kemudian keluar sebagai orang yang pahit dan marah dengan apa yang terjadi pada mereka. Setelah keluar dari penjara fisik, mereka masih terpenjara dalam penjara kepahitan. BTP tidak menunjukkan hal yang demikian. Padahal dia memiliki ribuan alasan untuk pahit. Dia dipenjara bukan karena dia salah, tetapi atas tuduhan palsu. Dia langsung dipenjara begitu sidang selesai (hal yang tidak biasa sekali). Rumah tangganya hancur ketika dia ada di dalam penjara. Orang-orang yang dia harapkan bisa menolong dia ternyata tidak menolong. Tapi dia TIDAK menyimpan kepahitan.
Dia menulis begini: Jika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun (liburan remisi 3,5 bulan), untuk bisa menguasai diri seumur hidupku.

Jika hidup bisa diulang, dia tetap akan memilih mengalami hal yang sama. Dia bisa menerima keadaan yang tidak enak, hidup dalam penjara, terpisah dari keluarga, catatan sebagai mantan napi menyertai dia seumur hidup. Kenapa bisa demikian?

Karena dia bisa melihat berkat di balik penjara.
1. Dia bisa melihat kasih yang luar biasa dari para pendukungnya. Dan dia menghargai kasih mereka itu. "Terima kasih atas doa serta dukungan yang selama ini untuk saya. Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa menerima banyak pemberian dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku, dan lain-lain dari saudara-saudara. Saya merasa begitu dikasihi. Dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar.” Banyak orang terpaku kepada hal yang jelek yang terjadi. BTP bisa melihat kebaikan, maka dia tidak masuk ke dalam penjara kepahitan.

2. Dia bisa melihat tangan Tuhan di balik semua yang dia alami. “Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah Pencipta langit dan bumi bahwa saya diijinkan untuk ditahan di Mako Brimob.” Banyak orang bertanya kenapa Tuhan tidak membela mereka dalam kesusahan mereka. BTP justru melihat pemenjaraannya sebagai hal yang terjadi dengan seijin Tuhan. Kalau satu hal terjadi seijin Tuhan, maka kita percaya akan ada kebaikan yang terjadi dari sesuatu yang kelihatannya tidak baik.

3. Dia melihat perubahan yang terjadi dalam dirinya dan apa yang terjadi kalau dia tidak dipenjara. “Saya bersyukur diijinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017, jika saya terpilih lagi di Pilkada tersebut saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai balaikota saja, tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya… Jika terpilih lagi aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang.” Karena pemenjaraannya, dia mendapat berkat besar dalam hal pembentukan karakter: kesadaran diri dan kerendahan hati. Dia sadar dia sombong, dan dia sadar dia perlu berubah. Kesombongan (termasuk amarah dan kekasaran) susah dihilangkan dengan cara-cara biasa. Diperlukan cara yang berat, salah satunya adalah penjara, supaya semua ini bisa dihilangkan. Maka BTP ini adalah orang yang dikasihi oleh Tuhan, sehingga dia dibentuk karakternya, sekalipun dengan cara yang tidak enak sekali.
Kerendahan hati dan kebesaran hati ini terlihat dari bagian lain dari suratnya: “Pada kesempatan ini saya juga mau sampaikan kepada ahokers, para PNS DKI, para pembenci ku sekalipun, aku sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya. saya mohon maaf…”

Apa yang terjadi pada BTP terjadi pada Yesus Kristus, Rasul Paulus dan YAY (Yusuf Anak Yakub). Mereka semua masuk penjara atas tuduhan palsu. Tetapi mereka tidak mengalami kepahitan.

Tuhan Yesus mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia.
Paulus bersyukur atas pemenjaraannya, karena hal itu menyebabkan kemajuan Injil.
Kisah YAY tercatat di kitab Kejadian. Dia anak emas papi. Anaknya pintar dan dari kecil bisa menerima pesan Tuhan melalui mimpi. Tetapi anaknya juga arogan dan tukang lapor sama papi. Sampai akhirnya saudara-saudaranya ‘eneg’ dan memutuskan untuk menyingkirkan dia.

YAY akhirnya menjadi budak di Mesir dan kemudian jadi napi dengan tuduhan palsu. Persis seperti BTP. YAY akhirnya bisa keluar dari penjara dan menjadi berkat besar bagi bangsa Mesir dan bagi keluarga besarnya, yang kemudian menjadi bangsa Israel.
Semoga BTP juga bisa menjadi berkat besar bagi Indonesia, bagi bangsa-bangsa dan bagi keluarga besarnya. May his tribe increase!
Blog B  T  P

Latest Blog

K  U  A  S  AK U A S A
Kaisar Jepang, ratu Inggris, raja Belanda atau raja Spanyol (dan yang serupa itu) bukanlah raja atau ratu atau kaisar dalam arti sepenuh-penuhnya. Mereka tidak memiliki kuasa, terutama dalam hal menjalankan pemerintahan.
C O M E B A C K
Awal Mei ini, ketika tim sepakbola Liverpool bertandang ke Barcelona dalam semi final piala Champions, mereka pulang dengan rasa malu, setelah kemasukan 3 gol tanpa bisa membalas. Bukan hanya itu…harapan untuk bisa tampil di final Piala Champions rasanya sudah tertutup
S P O I L E R
Kalau untuk urusan remeh seperti nonton film, urusan spoiler saja bisa bikin orang masuk rumah sakit (atau penjara, kalau kucai mengajukan tuntutan ke pengadilan). Tapi dalam urusan kehidupan, bukankah lebih enak, dan tenang, kalau kita tahu ujung usaha kita seperti apa? Dalam hidup sehari-hari, kita justru mencari spoiler!