Logo
Blog J  O  D  O  H jodoh

J O D O H

HOME /
J O D O H

Blog

J  O  D  O  H

J O D O H

Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?”
(Kej 29:25)

Ada satu museum aneh di kota Zagreb di negara Kroasia. Museum lain umumnya memamerkan karya seni unggul atau sisa-sisa peradaban masa lalu yang patut dibanggakan. Museum di Zagreb ini namanya: Museum Hubungan Yang Kandas. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak apa yang dipamerkan di museum ini: benda-benda yang ditinggalkan oleh para mantan.

Museum ini dimulai oleh satu pasangan yang memutuskan hubungan mereka, lalu mendapat ide yang tidak umum: memamerkan barang-barang yang menunjukkan hubungan mereka berdua. Mereka meminta teman-teman mereka yang pernah putus hubungan untuk menyumbangkan barang-barang semacam itu untuk dipamerkan. Jadilah Museum Hubungan Yang Kandas. Museum ini kemudian menjadi terkenal, dan pamerannya sekarang dibawa keliling dunia.

Apa yang membuat museum ini didatangi ribuan orang? Jawabannya: pengalaman yang sama. Banyak orang di dunia ini mengalami hal yang sama: hubungan yang kandas. Bahkan saya curiga bahwa SETIAP ORANG di atas umur 30 tahun pernah mengalami hubungan yang kandas. Baik itu hubungan percintaan, kekeluargaan maupun persahabatan. Maka ketika ada pameran tentang satu hal yang pernah kita alami, kita jadi ingin tahu apa yang dipamerkan.

Hubungan percintaan yang kandas sangat membawa kehancuran hati, terutama ketika hal itu terjadi sesudah perkawinan. Maka orang mesti berhati-hati bahkan sebelum kawin. Ketika saya diwawancarai majalah Bahana untuk artikel tentang membangun rumah tangga, saya diminta memberikan nasihat kepada mereka yang sedang mencari jodoh. Ini nasihat saya: Buka mata lebar-lebar waktu pacaran, tutup mata sebelah sesudah kawin.

Banyak orang kebalikannya: tutup mata rapat sebelum kawin, buka mata lebar sesudah kawin. Akibatnya mereka tidak tahu siapa yang mereka jadikan suami atau istri. Sesudah kawin, mata mereka terbuka, karena ketika orang sudah tinggal satu rumah dalam pernikahan, orang tidak bisa lagi atau tidak perlu lagi berpura-pura. Semua kekurangan akan terlihat jelas, cepat atau lambat. Maka yang terjadi sering kali adalah kekecewaan.

Ayat yang kita kutip di atas sebenarnya kisah konyol, menyebalkan sekaligus mengharukan. Yakub jatuh cinta dengan Rahel. Saking cintanya, Yakub bersedia bekerja untuk bapaknya Rahel tanpa gaji selama 7 tahun. Tetapi bapaknya Rahel, Laban, sungguh boss yang curang. Malam pengantin, sementara pesta sedang berlangsung, yang dia bawa ke kamar pengantin bukanlah Rahel, melainkan kakaknya Rahel bernama Lea. Yang konyol adalah, Yakub baru sadar akan hal itu keesokan harinya, setelah menjalani malam pengantin. Apa boleh buat… Yakub bekerja lagi 7 tahun tanpa bayaran di bawah boss yang sama, yang sekarang sudah menjadi mertuanya.
Saya suka berkata begini: ada orang pacaran sama Rahel, tapi kawin sama Lea.
Maksudnya: orang yang dikawini ternyata berbeda dengan orang yang dia pacari, sekalipun orangnya sama! Ketika kawin baru kaget-kaget: “Saya ngga ngira orangnya seperti begini!”

Maka, adalah penting saudara bertindak hati-hati ketika menentukan jodoh saudara.
Salah beli mobil itu nyebelin, tapi masih bisa ditukar.
Salah pilih rumah itu ngesalin, tapi masih bisa dijual dan beli yang lain.
Salah pilih jodoh?? Yah…sudahlah…

Maka, hati hati dalam urusan jodoh.
Menurut kisah di negeri Batavia, ada seorang pria bernama Koha. Koha mengalami kehancuran rumah tangga dan karir. Kasihan juga. Tapi Koha ketemu dengan seorang wanita yang kemudian dia nikahi. Menurut Koha, dia dan istrinya itu memang sudah jodoh berdasarkan garis tangan yang sama. (Ngomong-ngomong soal garis tangan, ternyat garis tangan saya sama juga dengan Lady Diana, tetapi kami tidak jodoh). Bahkan Koha dan istrinya memiliki cincin yang kalau dicelup ke dalam air, cincin itu bisa basah! Ha…ha…

Tetapi perkawinan Koha dan istri barunya ini kemudian memicu kontroversi. Mereka berbeda umur jauh sekali. Koha berumur, menurut cerita ini, 53 tahun, sedangkan istrinya itu baru berumur 22 tahun. Banyak orang, terutama emak-emak di negeri Batavia yang protes atas keputusan Hoka ini, karena rupanya Koha ini orang terkenal. Koha akhirnya berbalik dimusuhi oleh para pengagumnya karena pilihan pasangannya.
Yah, kita bukan orang terkenal sehingga perkawinan kita tidak akan menjadi sorotan umum. Tetapi prinsipnya tetap sama: hati-hati pilih siapa yang kamu akan nikahi.
Pakailah tiga hal ketika memilih jodoh: LUTUT, HATI, OTAK.

Saudara mulai dengan lutut, berdoa minta pimpinan Tuhan dalam memilih jodoh. Setelah itu, pakailah otak dan hati.
Kalau hanya pakai hati tanpa otak dipakai, anda memilih berdasarkan perasaan. Ini bisa membuat anda mengabaikan kenyataan yang jelas-jelas menunjukkan bahwa calon anda itu bermasalah. Hal ini berpotensi membawa kehancuran hati.
Kalau hanya pakai otak tanpa hati, anda jadi orang yang perhitungan. Anda menikahi seseorang dengan perhitungan untung rugi yang ketat. Hubungan demikian tidak bisa kuat, terutama ketika anda tidak mendapatkan keuntungan yang diharapkan.
Kiranya Tuhan menjauhkan kita dari kesalahan dalam hal yang satu ini, dan menolong kita menemukan seorang jodoh yang sepadan buat kita semua (buat yang belum menikah!). Amin!
Blog J  O  D  O  H

Latest Blog

L  E  T    G  OL E T G O
Clarence Jackson menang lotere pada bulan Oktober 1995. Jumlah kemenangannya adalah US$ 5.8 juta alias sekitar Rp 81 milyar. Jumlah uang yang sangat amat banyak
Masalahnya adalah Clarence lupa memeriksa tiket lotere miliknya, sehingga dia tidak tahu
D U S T A
Setiap bulan November, di daerah Cumbria di Inggris, tepatnya di desa Santon Bridge, para tukang bohong dari berbagai negara berkumpul untuk mengadu ilmu berbohong mereka. Acaranya adalah World’s Biggest Liar Competition atau Lomba Pembohong Terbesar Dunia
K A N D A N G
Pada jaman itu, menurut Kenneth Bailey dalam bukunya ‘The Cross and the Prodigal’, apabila seseorang menghabiskan hartanya di kalangan orang non-Yahudi dan dia pulang ke kampung dalam keadaan miskin, maka orang kampung akan melakukan upacara yang namanya ‘kezazah’.