Logo
Blog K  E  N  D  O  R mueller george 1

K E N D O R

HOME /
K E N D O R

Blog

K  E  N  D  O  R

K E N D O R

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Rom 12:11)

Pdt George Mueller dari Bristol, Inggris, terkenal dengan doa-doanya yang gigih, terutama untuk jiwa-jiwa.

Pada bulan November 1844, dia mulai berdua untuk keselamatan 5 orang. Setiap hari dia berdoa tanpa pernah absen sekalipun, baik waktu sehat atau sakit, atau sesibuk apapun juga. Setelah berdoa 18 bulan, orang pertama bertobat. Lima tahun kemudian orang kedua percaya Tuhan. Enam tahun kemudian orang ketiga bertobat. Masih ada sisa dua yang terus didoakan bertahun-tahun.
Tiga puluh enam tahun kemudian, dua orang ini masih belum bertobat. Tapi pdt Mueller terus berdoa.

Pada thn 1897, 52 tahun setelah dia mulai berdoa, 2 orang itu akhirnya bertobat, pada hari kematian pdt Mueller. Salah satu tantangan besar dalam kehidupan manusia: konsistensi dalam melakukan sesuatu. Kata-kata Rasul Paulus di Roma 12:11 menyatakan hal ini: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,…”
Sesuatu yang kendor adalah sesuatu yang dulunya pernah kencang, dari senar gitar sampai pipi kita.

Ini tidak hanya berlaku kepada benda, tapi juga kegiatan kita. Termasuk kerajinanpun bisa kendor: kerajinan dalam doa, dalam melayani Tuhan, bahkan dalam beribadah!
Kita selalu mulai dengan semangat 45! Beberapa orang bahkan lebih lagi, mereka mulai dengan semangat 54! Tapi di tengah jalan, setelah beberapa lama, kita mulai kendor. Ada istilahnya: hangat-hangat tahi ayam. Cuma hangat sebentar, setelah itu dingin. Atau: garing-garing kerupuk udang. Cuma garing sebentar, begitu kena angin sedikit langsung melempem.
Dulu mati-matian kebaktian sekalipun dilarang. Sekarang badan capek dikit atau gerimis tipis sudah absen.
Dulu rajin doa, sekarang lebih pilih chatting di WA group saja, atau lihatin instagram orang.

Dulu datang kebaktian 15 menit sebelum kebaktian dimulai, sekarang jadi kendor, baru nongol 15 menit sebelum kebaktian selesai.
Coba lirik sebelah saudara, mungkin itu orangnya!
Coba lihat ke cermin, naahhh… itu orangnya!
Cobalah bandingkan keadaan rohani saudara saat ini dengan awal tahun lalu. Coba cek:
Apakah sekarang ini sdr lebih rajin ibadah dibandingkan tahun lalu?
Datang ibadah lebih awal atau lebih telat?
Lebih banyak doa sekarang ini atau awal tahun lalu?
Lebih bisa sabar sekarang atau lebih sabar dulu?
Mungkin ada yang protes: “Tapi pak, masak kerohanian hanya diukur dari yang kelihatan di luar saja? Yang penting kan motivasi?”
Nggak juga. Rasul Paulus berbicara tentang ‘kerajinan’, sesuatu yang hanya bisa diukur dari kegiatan yang terlihat, bukan motivasi. Apa yang ada di luar sering kali, tidak selalu, mencerminkan apa yang ada di dalam.
Itu sebabnya Paulus melanjutkan dengan: “…biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan”. Ini berbicara tentang bagian dalam seseorang yang berwujud ke tingkah lakunya.

Jangan sampai roh kita sudah padam. Roh bisa padam karena kekecewaan kepada manusia, atau bahkan kepada Tuhan. Saudara harus membereskan hal ini. Ampunilah orang yang mengecewakan sdr dan berdamailah kembali dengan Tuhan.
Bagaimana caranya memastikan bahwa kita terus menyala-nyala?
Satu: Ingatlah akan kebaikan Tuhan dalam hidupmu. Apa saja yang Tuhan sudah perbuat dalam hidupmu? Berkat-berkat apa yang Tuhan sudah limpahkan? Bagaimanakah kita akan membalas kebaikan Tuhan itu kalau kebaktian dan pelayanan saja malas?

Dua: Layanilah Tuhan. Lakukan kembali apa yang saudara lakukan dulu. Paksakan diri kalau sdr merasakan keengganan. Lakukan ini semua karena cinta sdr kepada Tuhan.
Tuhan akan memberi kekuatan kepada saudara!
Blog K  E  N  D  O  R

Latest Blog

G  O  Y  A  HG O Y A H
Tgl 18 Juli 2019, pendeta Joshua Harris mengumumkan perceraiannya dari istrinya. Joshua Harris bukan nama ecek-ecek di dunia kekristenan seperti Sukirno Tarjadi. Buku pertamanya yang berjudul I Kissed Dating Goodbye terjual jutaan jilid. Selama 11 tahun, dia menggembalakan satu sidang jemaat dengan anggota sebanyak 3000 jiwa.
S E L I N G K U H
Kata orang ‘one night stand’. Tapi cukup untuk memporak-porandakan dan menghancurkan kehidupan banyak orang. Apa yang dikira terjadi hanya satu malam antara hanya dua insan manusia itu ternyata berdampak begitu parah terhadap satu kerajaan, dua keluarga, puluhan manusia dan jutaan rakyat.
T E K A N A N
Jennifer Pan seharusnya hidup nyaman di Kanada. Orang tuanya, pengungsi dari Vietnam, termasuk imigran yang berhasil mengatasi berbagai kesulitan dan akhirnya bisa hidup berkecukupan di negara pengungsian mereka. Tetapi mereka mengharuskan anak mereka ini berprestasi di sekolah.