Logo
Blog P E M I M P I N servant

P E M I M P I N

HOME /
P E M I M P I N

Blog

P E M I M P I N

P E M I M P I N

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mrk 10:42-45)
“Satu pasukan rusa yang dipimpin seekor singa lebih baik daripada satu pasukan singa yang dipimpin seekor rusa.” Tidak jelas siapa yang mengucapkan kata-kata ini. Tapi kata-kata ini ada benarnya. Pemimpin menentukan menang atau kalah, maju atau mundur.
Dalam waktu beberapa hari lagi, negara kita akan memilih pemimpin bangsa. Seperti apa pemimpin yang kita perlukan supaya bangsa kita bisa maju?
Aleksander Agung menaklukan berbagai wilayah dan kerajaan dari Yunani sampai ke India. Dia meninggal pada umur 32 tahun. Kata ‘Agung’ dilekatkan pada namanya karena pencapaiannya yang hebat. Tetapi setelah dia meninggal, kerajaan yang dia bangun dengan susah payah itu dibagi 4, dan akhirnya hancur. Hari ini, namanya tidak berdampak apa-apa.
Yesus Kristus dari Nasaret bukan panglima perang seperti Alexander. Dia mati disalib sebagai penjahat, sekalipun tidak pernah berbuat jahat, pada umur 33 tahun. Pengikutnya sisa 11 orang. Setelah Dia meninggal, Kerajaan-Nya justru semakin meluas sampai ke seluruh pojok dunia, dari Alaska sampai ke Zimbabwe, dari Zambia sampai ke Australia. Hari ini, nama Kristus terus bergema dan digemakan. Nama Kristus sampai saat ini membawa ketakutan bagi sebagian orang, tetapi kelepasan dan kemenangan bagi sebagian besar lain.
Apa bedanya antara Aleksander dan Yesus? Mereka pemimpin yang berbeda. Karena itu, mereka juga menghasilkan pengikut yang berbeda.
Di Injil Markus yang kita kutip di atas, Yesus menjelaskan perbedaan antara model kepemimpinan-Nya dan model kepemimpinan ‘pemerintah bangsa-bangsa’, seperti Aleksander Agung.
Model pemerintahan dunia adalah berdasarkan kekuasaan dan kekerasan. Yang berkuasa menjalankan kekuasaannya dengan keras, tangan besi. Pemimpin yang lembek dan lemah tidak akan bisa menjalankan kekuasaanya. Pemimpin model ini harus perkasa, mantap, tegas, dan, kalau perlu, tega.
Yesus berkata: Tidaklah demikian di antara kamu. Kepemimpinan model Yesus berbeda: Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Lalu Dia memberikan contoh dengan mencuci kaki murid-murid-Nya.
Ada yang mengatakan bahwa kepemimpinan Yesus ini adalah kepemimpinan rohani. Artinya ini hanya berlaku di dunia pelayanan/kerohanian alias di gereja. Kalau kita terapkan di umum, model ini tidak jalan.
Saya tidak setuju. Saya yakin bahwa apa yang Yesus ajarkan bisa diterapkan di mana-mana, termasuk di organisasi atau perusahaan manapun.
Robert Greenleaf menulis buku berjudul “Servant Leadership” (Kepemimpinan Hamba) yang menjadi salah satu buku kepemimpinan yang paling berdampak. Setelah Kepemimpinan Hamba ini dijalankan oleh berbagai perusahaan, terbukti bahwa model pemimpin ini berdampak positif terhadap perusahaan dan karyawan. Servant Leadership tak lain adalah penjabaran dari model kepemimpinan yang Yesus ajarkan.
Kepemimpinan ada macam-macam, antara lain (dari sekian banyak):
Pemimpin otoriter: ini yang dianggap hebat dan mantap. Senjata mereka adalah ‘ketakutan’. Orang seperti Lee Kuan Yew adalah contoh yang demikian. Tetapi Lee sendiri mengakui dalam satu interview bahwa apa yang dia lakukan kemungkinan besar tidak akan bisa berlaku di Indonesia. Pemimpin model demikian juga sering menimbulkan musuh dan melukai.
Pemimpin inspirasional: pemimpin yang memberikan contoh dan bisa membuat pengikutnya mengikuti dia tanpa ada unsur ketakutan tapi kekaguman. Ini yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Dia berbicara tentang kepemimpinan. Pemimpin tipe ini hadir bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk yang dia pimpin: … Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Inilah pemimpin hamba.
Pemimpin hamba melihat tugasnya pertama-tama sebagai pelayan, bukan pemimpin. Dia memberikan contoh kepada orang-orang yang Dia pimpin. Dia juga memperhatikan keadaan dan kesejahteraan para pengikutnya. Akibatnya, para pengikut menjadi termotivasi dan terinspirasi. Memang bisa saja ini dianggap sebagai pemimpin yang lembek. Tetapi sejarah membuktikan siapa yang lebih berhasil: Yesus atau Aleksander? Jawabannya jelas: YESUS.
Blog P E M I M P I N

Latest Blog

L  E  T    G  OL E T G O
Clarence Jackson menang lotere pada bulan Oktober 1995. Jumlah kemenangannya adalah US$ 5.8 juta alias sekitar Rp 81 milyar. Jumlah uang yang sangat amat banyak
Masalahnya adalah Clarence lupa memeriksa tiket lotere miliknya, sehingga dia tidak tahu
D U S T A
Setiap bulan November, di daerah Cumbria di Inggris, tepatnya di desa Santon Bridge, para tukang bohong dari berbagai negara berkumpul untuk mengadu ilmu berbohong mereka. Acaranya adalah World’s Biggest Liar Competition atau Lomba Pembohong Terbesar Dunia
K A N D A N G
Pada jaman itu, menurut Kenneth Bailey dalam bukunya ‘The Cross and the Prodigal’, apabila seseorang menghabiskan hartanya di kalangan orang non-Yahudi dan dia pulang ke kampung dalam keadaan miskin, maka orang kampung akan melakukan upacara yang namanya ‘kezazah’.