Logo
Blog R  E  K  O  N  S  I  L  I  A  S  I rekon

R E K O N S I L I A S I

HOME /
R E K O N S I L I A S I

Blog

R  E  K  O  N  S  I  L  I  A  S  I

R E K O N S I L I A S I

Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka. (Kej 33:4)


Rekonsiliasi adalah ketika si A dan si B, yang dulu bertikai, menghentikan pertikaian mereka berdua dan berdamai kembali. Alangkah indahnya…
Meskipun kedengarannya sederhana, rekonsiliasi sebenarnya memerlukan kerja keras dan persiapan. Bukan tidak sengaja, ujug-ujug, ketemu di MRT terus makan lontong sate bersama.

Coba perhatikan kisah 2 kembar ini: Esau dan Yakub. Mereka adalah contoh bagaimana permusuhan sengit antar abang adik bisa akhirnya terselesaikan dan rekonsiliasi terjadi.
Permusuhan dua bersaudara ini bukan sekedar masalah kalah berebut pacar jaman cinta monyet anak bawang. Permusuhan mereka adalah, what else, soal warisan dari seorang ayah yang digambarkan oleh Alkitab sendiri: “…kaya, …kian lama kian kaya, … sangat kaya.” (Kej 26:13). Ini bukan soal duit receh. Ini menyangkut harta yang lebih banyak daripada punya si karun.

Selain itu, permusuhan antar saudara biasanya lebih menyakitkan daripada permusuhan dengan orang lain. Ditipu saudara sendiri lebih terasa daripada ditipu orang asing
Sudah begitu, si mami terlibat lagi!! Malah mami yang berinisiatif untuk mengajak si dedek menipu si papi yang buta!! Oo…Kuta, oo Legian, oo Sanur… teganya mamiii…
Setelah itu si dedek kabur dari rumah bertahun-tahun…
Ini lebih mengaduk emosi daripada berita gosip selebriti labil dan sinetron tidak karuan di TV kita.

Ini lebih parah daripada berantem di pillu (pemilihan lurah), pilcam (pemilihan camat), pilek (pemilihan lekislatif) dan pilpes (pemilihan pesinden).
Maka, pahlawan dalam cerita Esau Yakub ini adalah Esau. Dialah yang dirugikan (sekalipun ada unsur kesalahan sendiri dan juga penentuan Tuhan). Tetapi dia justru berlari mendapatkan adiknya dan memeluk adiknya. Dia bisa mengampuni adiknya.
Tetapi kita juga perlu mengapresiasi si adik, Yakub. Dia memutuskan untuk pulang setelah kabur dari rumah selama 20 tahun (Kej 27-31). Dia pergi dari rumah dalam keadaan bermusuhan. Maka dia memutuskan untuk rekonsiliasi.
Tentu kita juga menyadari peran Tuhan di balik semua ini. Dialah yang menyuruh Yakub pulang (Kej 32:9).

Perhatikan apa yang harus terjadi untuk rekonsiliasi:

1. Harus ada yang mengambil inisiatif untuk baikan. Yakub mengirimkan utusan ke tempat abangnya untuk memberi kabar bahwa dia sudah kembali (Kej 32:3-5).
Kalau tidak ada yang mengambil inisiatif, rekonsiliasi akan sulit terjadi. Tentu yang seharusnya mengambil inisiatif adalah pihak yang menyakiti atau pihak yang salah. Misalnya pihak yang memulai pertengkaran atau yang tindakannya menjadi pokok perselisihan. Dalam hal ini jelas Yakub adalah pihak yang salah. Dan dia harus mengambil langkah awal untuk pemulihan hubungan.

Yakub mengirim utusan ke Esau. Tindakan ini lebih baik daripada mendadak muncul di rumah orang dan mengajak baikan. Mendadak muncul di rumah orang dan mengajak baikan bisa malah membuat luka lama muncul lagi dan keadaan bertambah buruk.
Langkah Yakub ini juga penting untuk mencari tahu apakah si abang sudah siap untuk baikan atau belum. Kalau satu pihak belum siap, rekonsiliasi jangan dipaksakan.
Bahkan kalau kita tidak salah sekalipun, Alkitab menganjurkan kita untuk mengambil inisiatif memperbaiki hubungan. Allah sendiri mengambil inisiatif untuk memulihkan hubungan dengan kita manusia berdosa. Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, mati di kayu salib, demi perdamaian antara kita dengan Dia (Rom 5:10).

2. Yakub mengorbankan harta demi hubungan. Di awal, Yakub adalah orang yang mengorbankan hubungan demi harta. Dia rela menipu abangnya dan ayahnya yang buta demi mendapatkan warisan. Sekarang dia sadar akan kesalahannya.
Maka dia mengirim utusan yang membawa banyak ternak untuk diberikan kepada abangnya. Dan yang dikirim bukan kambing congek dan unta yang lagi flu. Dia kirimkan yang terbaik (Kej 32:13-15).
Memang kita bisa bilang bahwa Yakub berupaya menyogok abangnya. Tapi tidak demikian. Dulu dia mengambil harta abangnya. Maka jelas bahwa bagian dari rekonsiliasi adalah menyangkut harta juga. Tindakan Yakub ini adalah bentuk pengakuan salah dan ajakan berdamai.
Yakub bukan menyogok tetapi dia lebih mementingkan hubungan daripada harta. Ini yang sering tidak disadari oleh orang-orang yang terikat harta. Orang-orang demikian hidup menderita sekalipun kaya raya.
Teladan terbaik kita adalah Tuhan Yesus yang tidak bersalah tetapi mengorbankan bukan harta tetapi nyawa demi pemulihan hubungan kita dengan Bapa kita.

3. Yakub mengaku salah dan Esau mengampuni Yakub. Rekonsiliasi bermanfaat ketika yang bersalah mengaku salah, dan yang dirugikan memberikan pengampunan. Tanpa dua faktor ini, rekonsiliasi tidak akan terjadi. Dan kalaupun terjadi atau dipaksakan, itu tidak akan bertahan lama.

Pembaca, mungkin anda sedang bermasalah dalam hubungan dengan seseorang. Mari kita belajar dari Esau dan Yakub, dan juga dari Yesus. Ambillah inisiatif untuk berbaikan, sekalipun anda tidak salah. Ampunilah orang yang bersalah. Dan kalau perlu, korbankan sesuatu demi pemulihan. Korbankan gengsimu, korbankan mukamu, korbankan waktumu, korbankan hartamu supaya hubungan pulih. Dan anda akan mengalami keindahan dari hubungan yang dipulihkan.
Blog R  E  K  O  N  S  I  L  I  A  S  I

Latest Blog

G  O  Y  A  HG O Y A H
Tgl 18 Juli 2019, pendeta Joshua Harris mengumumkan perceraiannya dari istrinya. Joshua Harris bukan nama ecek-ecek di dunia kekristenan seperti Sukirno Tarjadi. Buku pertamanya yang berjudul I Kissed Dating Goodbye terjual jutaan jilid. Selama 11 tahun, dia menggembalakan satu sidang jemaat dengan anggota sebanyak 3000 jiwa.
S E L I N G K U H
Kata orang ‘one night stand’. Tapi cukup untuk memporak-porandakan dan menghancurkan kehidupan banyak orang. Apa yang dikira terjadi hanya satu malam antara hanya dua insan manusia itu ternyata berdampak begitu parah terhadap satu kerajaan, dua keluarga, puluhan manusia dan jutaan rakyat.
T E K A N A N
Jennifer Pan seharusnya hidup nyaman di Kanada. Orang tuanya, pengungsi dari Vietnam, termasuk imigran yang berhasil mengatasi berbagai kesulitan dan akhirnya bisa hidup berkecukupan di negara pengungsian mereka. Tetapi mereka mengharuskan anak mereka ini berprestasi di sekolah.